Tuesday, 30 March 2021

PLAGIARISME

 Plagiarisme

Plagiarisme didefinisikan sebagai kegiatan menjiplak atau mereproduksi karya ilmiah dengan cara meringkas, direct copying (mereproduksi tulisan atau karya orang lain secara persis lama), paraphrasing (mengambil ide inti suatu karya lalu dinarasikan dalam bentuk berbeda tanpa menyebutkan dan tanpa sepengetahuan ide aslinya), dan yang paling paling parah adalah derivative writing (menulis ide orang lain). Derivative writing ditujukan untuk memberi sebuah kesan kepada pembaca / penilai bahwa karya tersebut adalah ide murni yang ia ciptakan sendiri, meskipun sebenarnya adalah hasil pemikiran orang lain. Orang yang melakukan plagiarisme disebut plagiaris atau plagiator. Jadi dapat disimpulkan bahwa plagiarisme adalah pencurian (bahasa kasarnya adalah pembajakan) dan plagiaris adalah pencuri (bisa disebut juga pembajak).

Plagiarisme memiliki beberapa jenis yaitu, plagiarisme lengkap, plagiarisme parsial, dan plagiarisme minimalis. Plagiarisme lengkap adalah isi yang telah disajikan sebagai sendiri, tanpa ada perubahan yang dibuat untuk bahasa, pikiran, aliran, dan bahkan tanda baca dikenal sebagai plagiarisme penuh. Banyak akademisi percaya bahwa umumnya pekerjaan orang-orang yang tidak kompeten dalam mata pelajaran tertentu, atau sekadar malas untuk berusaha.Plagiarisme parsialadalah ketika konten yang disajikan adalah kombinasi dua sampai tiga sumber yang berbeda, di mana penggunaan mengulang dan sinonim merajalela, maka dikenal sebagai plagiarisme parsial. Di sini, penulis menggunakan beberapa orisinalitas, tapi tidak memadainya pengetahuan tentang mata pelajaran tertentu adalah alasan umum untuk kejadian plagiarisme parsial. Plagiarisme minimalis ketika penulis plagiator orang lain konsep, gagasan, pikiran, atau pendapat dalam kata-kata mereka sendiri dan dalam aliran yang berbeda. Meskipun banyak yang tidak menganggap ini sebagai plagiarisme, Itu dianggap sebagai mencuri ide atau pikiran orang lain. Plagiarisme minimalis melibatkan banyak parafrase.

Mengapa Plagiarisme Terjadi

Beberapa tindakan plagiat terjadi di sekitar kita. Tentu saja hal ini cukup menjadi perhatian kita semua, sehingga menjadi sangat penting bagi kita untuk mengantisipasi tindakan ini. Tindakan plagiat akan mencoreng dan memburamkan dunia akademis kita dan tidak berlebihan jika plagiarisme dikatakan sebagai kejahatan intelektual. Ada beberapa alasan pemicu atau faktor pendorong terjadinya tindakan plagiat yaitu:

  1. Terbatasnya waktu untuk menyelesaikan sebuah karya ilmiah yang menjadi beban tanggungjawabnya. Sehingga terdorong untuk copy-paste atas karya orang lain.
  2. Rendahnya minat baca dan minat melakukan analisis terhadap sumber referensi yang dimiliki.
  3. Kurangnya pemahaman tentang kapan dan bagaimana harus melakukan kutipan.
  4. Kurangnya perhatian dari guru ataupun dosen terhadap persoalan plagiarisme.

No comments:

Post a Comment